Skip to main content

Loker.BaliNews.id

Cara Menghadapi Kritik Pedas dari Atasan Secara Profesional

Cara Menghadapi Kritik Pedas dari Atasan Secara Profesional

Pernah nggak sih, lagi semangat-semangatnya kerja, eh tiba-tiba dapat kritik pedas atau ditegur langsung sama atasan? Apalagi kalau kamu masih karyawan baru, momen kayak gini bisa bikin mood langsung drop seharian. Rasa sedih, cemas, bahkan kesel karena merasa usaha kita nggak dihargai pasti campur aduk jadi satu.

Tapi tenang, kamu nggak sendirian kok. Di dunia kerja, kena tegur atau dapat masukan yang kurang enak itu hal yang wajar banget terjadi. Yang membedakan adalah gimana cara kita menyikapinya.

Nah, supaya kamu nggak kepikiran terus dan tetap bisa bekerja dengan tenang, yuk simak tips santai tapi ampuh buat menghadapi kritik pedas dari atasan secara profesional!

1. Tahan Diri, Jangan Langsung Defensif

Refleks pertama kita saat dikritik biasanya adalah membela diri atau cari-cari alasan. Padahal, langsung memotong pembicaraan atau menjawab dengan nada tinggi cuma bakal bikin suasana makin panas dan bikin kamu kelihatan kurang profesional.

Yang bisa kamu lakukan:

  • Dengarkan dulu sampai atasan selesai bicara.

  • Tarik napas dalam-dalam buat menenangkan emosi.

  • Tampilkan ekspresi wajah yang tenang dan fokus sama poin yang disampaikan.

2. Bedakan Antara “Hasil Kerja” dan “Diri Kamu”

Ini nih kesalahan yang paling sering bikin kita merasa tertekan: menganggap kritik terhadap hasil kerja sebagai serangan ke pribadi kita.

Ingat ya, saat atasan bilang, “Laporan kamu masih banyak yang salah dan kurang rapi,” itu artinya yang perlu diperbaiki adalah laporannya, bukan berarti kamu orang yang gagal atau nggak berguna. Memisahkan kedua hal ini bakal bikin kamu jauh lebih tenang dan objektif.

3. Saring Faktanya, Buang Emosinya

Kadang, cara atasan menyampaikan kritik memang kurang enak didengar. Bisa jadi karena nadanya tinggi, ketus, atau pakai kata-kata yang tegas banget.

Kuncinya adalah pintar-pintar menyaring informasi:

  • Fokus ke fakta: Bagian mana yang memang salah dan butuh diperbaiki? (Misalnya: data yang keliru atau deadline yang terlewat).

  • Abaikan emosinya: Nada suara yang tinggi atau ekspresi galak dari atasan nggak perlu kamu simpan di kepala.

4. Berani Bertanya buat Kepastian (Klarifikasi)

Kalau emosi sudah lebih stabil dan kamu masih bingung sama poin kritiknya, jangan cuma diam dan tebak-tebak buah manggis. Coba tanyakan langsung secara sopan bagian mana yang harus diubah.

Contoh kalimat yang halus:

“Terima kasih masukannya ya Pak/Bu. Saya paham kalau laporan ini masih ada kekeliruan di bagian data. Boleh minta arahannya, bagian mana yang sebaiknya saya prioritaskan untuk diperbaiki dulu?”

Cara ini menunjukkan kalau kamu orang yang dewasa, mau belajar, dan fokus sama solusi.

5. Tunjukkan Lewat Aksi Nyata

Cara paling elegan buat membuktikan kalau kamu karyawan yang profesional adalah dengan langsung memperbaiki kesalahan tersebut.

  • Catat poin-poin yang harus diperbaiki.

  • Kerjakan ulang tugasmu dengan lebih teliti.

  • Buktikan di tugas-tugas berikutnya kalau kamu sudah belajar dari kesalahan kemarin.

Percaya deh, atasan bakal jauh lebih respek sama karyawan yang bisa langsung bangkit dan menunjukkan perubahan nyata.

Kesimpulan

Ditegur atasan memang nggak pernah menyenangkan, tapi respons kamu setelahnya yang bakal menentukan seberapa jauh kariermu bisa berkembang. Jadi, mulai sekarang kalau dapat kritik pedas, jadikan itu sebagai bahan evaluasi diri ya, bukan alasan buat bikin kamu patah semangat!

Info Loker Terbaru

Lihat Post Lainnya

Lihat Berita Menarik Lainnya

BaliNews.id merupakan portal berita online bali dibawah naungan PT BALI NEWS INDONESIA yang memberikan berita harian di Bali secara Online. Untuk menamah alternatif bacaan kepada seluruh masyarakat Bali pada umumnya, serta sebagai referensi bagi masyarakat untuk membaca berita terbaru.

Kunjungi Situs Berita Kami Sekarang di BaliNews.id