Setelah mengirim dokumen lamaran pekerjaan, tidak sedikit pencari kerja yang cemas menunggu kabar balasan dari perusahaan. Namun, terkadang proses rekrutmen membutuhkan waktu cukup lama sehingga pelamar belum mendapatkan kepastian. Oleh karena itu, memahami cara melakukan follow up lamaran kerja sangat penting agar kamu bisa menanyakan kejelasan status lamaranmu secara santun.
Melakukan konfirmasi status lamaran dapat menunjukkan tingkat ketertarikanmu yang tinggi terhadap posisi tersebut. Namun, pelamar harus memperhatikan etika berkomunikasi agar tidak dianggap mengganggu ritme kerja pihak perekrut (recruiter).
Simak panduan langkah demi langkah serta contoh pesan yang sopan berikut ini:
1. Berikan Jeda Waktu Sebelum Menghubungi HRD
Sebelum mengirimkan pesan konfirmasi, berikan waktu yang cukup kepada tim rekruter untuk memeriksa berkas yang masuk. Sebaiknya, tunggu sekitar 5 hingga 7 hari kerja setelah tanggal pengiriman berkas.
Namun, jika pihak perusahaan sudah menyebutkan tanggal pengumuman hasil seleksi, patuhilah jadwal tersebut terlebih dahulu sebelum kamu bertindak.
2. Pahami Cara Melakukan Follow Up Lamaran Kerja Menggunakan Saluran Komunikasi yang Tepat
Gunakan saluran media yang sama saat kamu pertama kali mengirimkan dokumen lamaran tersebut. Jika kamu melamar melalui email, gunakan utas (thread) email yang sama untuk menanyakan kepastian status lamaranmu.
Kamu juga bisa membaca beragam panduan tips kerja lainnya untuk memperkuat persiapan wawancaramu. Selain itu, memahami prinsip dasar komunikasi sumber daya manusia di tempat kerja juga penting agar kamu tahu sudut pandang penilai rekrutmen.
3. Gunakan Bahasa yang Ringkas, Sopan, dan Profesional
Saat menulis pesan, gunakan tata bahasa yang sopan dan langsung pada inti pertanyaan. Awali pesan dengan salam pembuka yang ramah, lalu perkenalkan diri serta sebutkan posisi pekerjaan yang kamu lamar.
Tunjukkan sikap empati bahwa kamu sangat menghargai waktu dan kesibukan yang dimiliki oleh tim HRD.
4. Cantumkan Informasi Lamaran Secara Jelas
Pihak HRD biasanya menangani ratusan berkas dari berbagai posisi pekerjaan sekaligus. Oleh karena itu, bantu mereka mengenali identitas berkas lamaranmu dengan menyertakan rincian informasi berikut:
-
Nama Lengkap: Tulis sesuai dengan dokumen identitas diri dan CV milikmu.
-
Posisi Pekerjaan: Sebutkan judul posisi yang kamu lamar secara spesifik.
-
Tanggal Pengiriman: Cantumkan tanggal pasti saat kamu mengirimkan dokumen sebelumnya.
5. Hubungi HRD Pada Jam Kerja Operasional
Waktu pengiriman pesan sangat menentukan tingkat profesionalisme milikmu. Kirimkan pesan konfirmasi hanya pada hari kerja resmi, yaitu hari Senin hingga Jumat, antara pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.
Hindari menghubungi tim perekrut pada malam hari, akhir pekan, atau pada hari libur nasional.
Contoh Pesan Follow Up Lamaran Kerja
A. Contoh Pesan via WhatsApp
Selamat pagi, Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan]. Perkenalkan, saya [Nama Lengkap]. Sebelumnya saya telah mengirimkan lamaran untuk posisi [Nama Posisi] pada tanggal [Tanggal Pengiriman]. Saya ingin menanyakan apakah sudah ada informasi terbaru mengenai proses seleksi untuk posisi tersebut. Terima kasih atas waktu dan informasinya, Bapak/Ibu.
B. Contoh Email Follow Up
Subjek: Follow Up Lamaran Kerja – [Nama Posisi] – [Nama Lengkap]
Yth. Tim HRD [Nama Perusahaan],
Perkenalkan, saya [Nama Lengkap]. Sebelumnya, saya telah mengirimkan dokumen lamaran untuk posisi [Nama Posisi] pada tanggal [Tanggal Pengiriman].
Melalui email ini, saya ingin menanyakan perkembangan proses rekrutmen untuk posisi tersebut. Saya masih memiliki ketertarikan yang tinggi untuk bergabung dengan perusahaan Bapak/Ibu.
Terima kasih atas waktu dan perhatian yang diberikan.
Hormat saya,
[Nama Lengkap]
Kesalahan yang Wajib Kamu Hindari
Agar impresi positif milikmu tetap terjaga, jauhi beberapa kekeliruan komunikasi berikut ini:
-
Terlalu Sering Mengirim Pesan: Menghubungi HRD berulang kali dalam kurun waktu singkat dapat terkesan mendesak.
-
Menggunakan Bahasa Santai: Gunakan ragam bahasa formal dan hindari penggunaan singkatan kata yang tidak baku.
-
Menuntut Jawaban Cepat: Hindari nada kalimat yang terkesan memaksa perusahaan untuk segera memberikan kepastian.
Kesimpulan
Menanyakan kejelasan status rekrutmen merupakan hal yang wajar dilakukan oleh pelamar kerja. Dengan menerapkan cara melakukan follow up lamaran kerja yang tepat, kamu dapat menunjukkan antusiasme yang tinggi sekaligus menjaga citra profesional milikmu di mata perusahaan.