Memasuki bulan kedua kerja, banyak karyawan baru memilih bersikap pasif dan menunggu hingga masa percobaan (probation) berakhir untuk mengetahui hasil evaluasi. Padahal, mengambil inisiatif lebih awal dapat membantu kamu memperbaiki kekurangan sejak dini. Oleh karena itu, memahami cara meminta feedback kinerja ke atasan merupakan langkah proaktif yang sangat diapresiasi oleh manajemen.
Meminta masukan tanpa menunggu review resmi menunjukkan bahwa kamu memiliki komitmen tinggi terhadap pertumbuhan kariermu. Selain itu, langkah ini juga memberi ruang bagi atasan untuk mengarahkan performamu agar sesuai dengan ekspektasi tim.
Simak beberapa tips praktis berikut ini untuk mengajak atasan berdiskusi tentang evaluasi kerjamu secara profesional:
1. Tentukan Waktu yang Tepat untuk Berdiskusi
Jangan mendatangi atasan secara mendadak saat beliau sedang sibuk mengejar deadline atau mempersiapkan rapat besar. Pilihlah momen yang relatif tenang, seperti di akhir pekan atau saat beban kerja harian sedang longgar.
Kamu bisa mengirimkan pesan singkat untuk meminta waktu berdiskusi secara khusus selama 15 hingga 20 menit saja.
2. Siapkan Pertanyaan Spesifik Mengenai Hasil Kerja
Hindari mengajukan pertanyaan yang terlalu umum seperti “Bagaimana kinerja saya selama ini?”. Buatlah daftar pertanyaan yang lebih fokus pada aspek teknis maupun komunikasi harianmu.
-
Fokus Target Kerja: “Apakah hasil laporan bulanan yang saya susun sudah memenuhi standar divisi?”
-
Fokus Efisiensi: “Apakah ada alur komunikasi kerja saya yang perlu ditingkatkan lagi?”
3. Pelajari dan Praktikkan Cara Meminta Feedback Kinerja ke Atasan Secara Terstruktur
Saat sesi diskusi berlangsung, kemudikan percakapan dengan nada positif dan terbuka. Tunjukkan bahwa tujuan utamamu adalah untuk menyelaraskan kualitas kerja pribadi dengan prioritas perusahaan.
Kamu juga bisa membaca artikel seputar tips kerja lainnya untuk memperluas wawasan seputar etika komunikasi di kantor. Selain itu, memahami pentingnya penilaian kinerja juga akan bantumu melihat relevansi evaluasi ini bagi kemajuan karier jangka panjang.
4. Dengarkan Masukan Kritis Tanpa Bersikap Defensif
Menerima kritik atau saran perbaikan tentu membutuhkan kedewasaan mental. Bersikaplah tenang serta hindari langsung menyanggah atau mencari alasan saat atasan menyampaikan poin-poin kekuranganmu.
Catat setiap poin masukan tersebut dengan seksama sebagai bahan acuan utama untuk perbaikan performa di minggu-minggu berikutnya.
5. Buat Rencana Aksi Nyata dan Lakukan Follow-Up
Langkah terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah membuktikan bahwa kamu menindaklanjuti masukan dari atasan. Terapkan saran perbaikan tersebut secara konsisten dalam tugas-tugas harianmu.
Setelah 2 atau 3 minggu berjalan, sampaikan secara singkat kepada atasan mengenai perkembangan dari poin-poin yang telah kamu perbaiki tersebut.
Kesimpulan
Mengambil inisiatif evaluasi di tengah masa percobaan akan membangun citra positif bahwa kamu adalah pekerja yang responsif dan berorientasi pada hasil. Dengan menerapkan cara meminta feedback kinerja ke atasan secara tepat, kamu dapat melewati masa probation dengan sukses dan percaya diri.