Loker.BaliNews.id

Kiat Menghadapi Rekan Kerja yang Sulit

Kiat Menghadapi Rekan Kerja yang Sulit

Kita menghabiskan sebagian besar waktu di tempat kerja. Idealnya sih, kantor itu tempat kolaborasi yang asyik. Tapi realitasnya? Di hampir setiap kantor, pasti ada minimal satu orang yang—sengaja atau tidak—bikin hari kerjamu terasa berat banget.

Entah itu si biang gosip, si “pemalas” yang hobi lempar tugas, atau si bossy yang maunya menang sendiri.

Menghadapi mereka itu melelahkan mental. Tapi ingat, kamu mungkin nggak bisa mengubah kepribadian mereka, tapi kamu BISA mengubah cara meresponsnya.

Yuk, jaga kewarasanmu dengan taktik cerdas ini!

🤔 1. Cek Dulu: Ini Masalah Kinerja atau Cuma Gak Cocok?

Sebelum melabeli dia “toxic”, ambil langkah mundur.

  • Tanya Dirimu: Apakah perilakunya benar-benar mengganggu pekerjaan, atau cuma kepribadian kalian yang nggak “klik”?

  • Solusinya: Kalau cuma beda gaya kerja (misal: dia to-the-point, kamu suka basa-basi), solusinya adalah penerimaan dan adaptasi, bukan konfrontasi.

🗣️ 2. Pakai Jurus Komunikasi Asertif (Rumus ‘Saya Merasa…’)

Diam memendam masalah itu salah, meledak marah-marah juga salah. Jalan tengahnya: Asertif.

  • Caranya: Fokus pada dampak tindakan mereka ke pekerjaanmu, bukan menyerang karakter mereka.

  • ❌ Jangan Bilang: “Lu malas banget sih, kirim data aja telat mulu!”

  • ✅ Coba Bilang:Saya merasa kesulitan menyelesaikan laporan akhir kalau datanya telat masuk. Bisa kita sepakati deadline biar alur kerjanya lancar?”

🚧 3. Pasang Batasan Tegas (Belajar Bilang ‘Gak Bisa’)

Rekan kerja yang sulit biasanya nggak tahu batasan. Suka ajak gosip pagi-pagi atau limpahkan tugasnya ke kamu? Lawan dengan batasan.

  • Contoh: “Sorry, aku lagi deadline ketat sekarang jadi nggak bisa ngobrol. Nanti pas makan siang aja ya.”

  • Contoh: “Aku senang bantu, tapi kapasitasku penuh minggu ini. Tugas ini kayaknya lebih pas dikerjakan sama [orang yang berwenang].”

🎭 4. Jangan Kasih Panggung buat Drama

Beberapa orang “hidup” dari drama dan konflik. Mereka mau memancing emosimu.

  • Strateginya: Jadilah “Batu Karang yang Membosankan” (Gray Rocking).

  • Aksi: Jangan kasih reaksi emosional. Kalau dia mulai gosip atau mancing ribut, tanggapi datar: “Oh gitu,” atau “Wah, kurang tahu ya,” lalu langsung balik bahas kerjaan. Kalau nggak ada yang ladenin, mereka bakal bosan sendiri.

🎯 5. Fokus ke Pekerjaan, Bukan Orangnya

Ingat tujuan utamamu ke kantor: Kerja. Kamu nggak harus temenan sama semua orang, cukup bisa kerja sama secara fungsional.

  • Mindset: Pisahkan emosi pribadi. Kalau orangnya nyebelin tapi kerjanya bagus, fokus ke output kerjanya saja. Jaga interaksi tetap sopan, transaksional, dan seperlunya.

📝 6. Dokumentasikan Semuanya (Cover Your Assets!)

Kalau perilakunya sudah kelewatan (sabotase, bullying, pelecehan), kamu butuh bukti untuk melindungi diri.

  • Aksi: Simpan email ketus, screenshot chat, catat tanggal dan waktu insiden. Dokumentasi ini adalah amunisi kalau masalah ini perlu dibawa ke HRD.

🚨 7. Tahu Kapan Harus Lapor Bos/HRD

Sudah coba komunikasi baik-baik tapi nggak mempan? Malah makin toxic? Saatnya libatkan pihak ketiga.

  • Saat Lapor:

    • Bawa Fakta: Gunakan dokumentasi di poin 6.

    • Fokus Dampak Bisnis: Jelaskan gimana perilaku dia merugikan perusahaan/tim, bukan cuma curhat perasaanmu.

    • Tawarkan Solusi: Usulkan mediasi atau perubahan alur kerja.

✨ Kendali Ada di Tanganmu

Menghadapi rekan kerja sulit adalah ujian profesionalisme. Kuncinya: satu-satunya hal yang bisa kamu kontrol 100% adalah reaksimu sendiri.

Terapkan komunikasi asertif, pasang batasan, dan tetap fokus pada tujuan. Biarkan kinerjamu yang bicara paling keras, bukan dramanya. Semangat!

Info Loker Terbaru

Lihat Post Lainnya

Lihat Berita Menarik Lainnya

BaliNews.id merupakan portal berita online bali dibawah naungan PT BALI NEWS INDONESIA yang memberikan berita harian di Bali secara Online. Untuk menamah alternatif bacaan kepada seluruh masyarakat Bali pada umumnya, serta sebagai referensi bagi masyarakat untuk membaca berita terbaru.

Kunjungi Situs Berita Kami Sekarang di BaliNews.id