Skip to main content

Loker.BaliNews.id

Cara Merespons Feedback Negatif Saat Evaluasi Kerja Tanpa Terlihat Defensif

Karyawan sedang berdiskusi secara profesional bersama atasan dalam ruangan rapat kantor

Menerima kritik atau feedback negatif saat evaluasi kerja—terutama di bulan-bulan awal atau menjelang akhir masa percobaan (probation)—bisa terasa tidak menyenangkan. Adalah hal yang manusiawi jika muncul dorongan untuk langsung membela diri, memberikan alasan, atau menyalahkan kondisi di luar kendali.

Namun, cara merespons kritik di tempat kerja mencerminkan tingkat kedewasaan profesional (emotional intelligence) seseorang. Atasan dan tim HRD tidak hanya menilai hasil kerjamu, tetapi juga mengamati seberapa terbuka kamu dalam menerima masukan dan memperbaiki diri.

Agar tetap terlihat profesional dan terhindar dari kesan defensif, berikut adalah panduan langkah demi langkah saat menerima feedback negatif di kantor:

1. Dengarkan Secara Aktif Tanpa Langsung Memotong Obrolan

Saat atasan menyampaikan poin-poin evaluasi yang kurang memuaskan, tahan keinginan untuk langsung menyela atau memberi penjelasan.

  • Fokus menyimak: Dengarkan seluruh penjelasan hingga selesai.

  • Jaga gestur tubuh: Pertahankan kontak mata yang sopan, anggukkan kepala sebagai tanda memahami poin yang disampaikan, dan hindari melipat tangan di dada.

  • Catat poin penting: Menulis catatan menunjukkan bahwa kamu menganggap serius masukan tersebut.

2. Berikan Jeda dan Ambil Napas Sebelum Merespons

Dorongan untuk membela diri biasanya paling kuat di beberapa detik pertama setelah kritik disampaikan. Mengambil jeda singkat selama 2–3 detik dapat membantumu menetralkan emosi sehingga respons yang keluar tetap tenang dan rasional.

Jika merasa terkejut atau emosional, kamu bisa menyampaikan kalimat sederhana seperti:

“Terima kasih atas masukannya, Pak/Bu. Boleh saya tanyakan lebih rinci terkait poin tersebut agar saya memahami dengan jelas?”

3. Bedakan Antara Penjelasan (Context) dan Alasan (Excuse)

Ada perbedaan tipis antara memberikan fakta pendukung dengan mencari alasan pembelaan. Jika ingin memberikan konteks, pastikan kamu tetap mengakui tanggung jawab atas hasil kerja tersebut terlebih dahulu.

  • Terlihat Defensif: “Saya terlambat kirim laporan karena tim desain lama sekali kasih asetnya, jadi bukan salah saya.”

  • Profesional: “Saya paham bahwa laporan kemarin terlambat dari tenggat waktu. Ke depannya, saya akan berkoordinasi lebih awal dengan tim desain agar proses penyusunan tidak tertahan.”

4. Ajukan Pertanyaan Klarifikasi yang Konstruktif

Agar masukan negatif bisa diubah menjadi langkah perbaikan yang nyata, mintalah kejelasan (clarity) atau contoh spesifik tanpa nada menantang.

Gunakan kalimat seperti:

  • “Bisa bantu berikan contoh situasi di mana hasil analisis saya dianggap kurang mendalam?”

  • “Saran atau langkah seperti apa yang Bapak/Ibu harapkan untuk pengerjaan tugas sejenis ke depannya?”

Pertanyaan ini membantu mengubah arah percakapan dari sekadar penilaian menjadi diskusi solusi (problem-solving).

5. Susun Rencana Perbaikan (Action Plan) dan Jadwalkan Evaluasi Ulang

Menerima kritik saja tidak cukup; atasan ingin melihat bukti nyata berupa perubahan sikap dan kualitas kerja.

  • Tuliskan poin-poin perbaikan yang disepakati.

  • Terapkan strategi baru dalam tugas harianmu.

  • Inisiatif mengajak atasan berdiskusi singkat (check-in) dalam 2–4 minggu ke depan untuk melihat apakah performamu sudah menunjukkan peningkatan.

Kesimpulan

Feedback negatif bukanlah tanda bahwa kamu gagal atau tidak cocok di perusahaan tersebut. Sebaliknya, masukan yang jujur adalah peta jalan untuk mempercepat perkembangan kariermu. Dengan merespons secara tenang, terbuka, dan fokus pada solusi, kamu justru akan dinilai sebagai karyawan yang matang, berprestasi, dan memiliki potensi besar untuk berkembang.

Info Loker Terbaru

Lihat Post Lainnya

Lihat Berita Menarik Lainnya

BaliNews.id merupakan portal berita online bali dibawah naungan PT BALI NEWS INDONESIA yang memberikan berita harian di Bali secara Online. Untuk menamah alternatif bacaan kepada seluruh masyarakat Bali pada umumnya, serta sebagai referensi bagi masyarakat untuk membaca berita terbaru.

Kunjungi Situs Berita Kami Sekarang di BaliNews.id